Pernah nggak sih kamu ngerasa kalau berita bencana tuh cepet banget hilang dari timeline? Kayak gempa NTT beberapa waktu lalu — dulu ramai banget, sekarang udah jarang muncul. Tapi ternyata, di balik layar, masih ada ribuan orang yang terus bekerja keras, bahkan setelah sorotan kamera pergi. Fakta ini penting banget buat kita ingat: penanganan bencana itu bukan lomba sprint, tapi maraton panjang.
Fakta di Balik Layar: Masih Ada Ribuan Personel TNI di NTT
Mungkin banyak dari kita yang kira urusan gempa di NTT udah selesai begitu berita berganti. Tapi kenyataannya, hingga 25 Agustus 2026 — hari kesebelas pasca gempa — masih ada 8.122 personel TNI yang bertugas di lokasi. Mereka nggak cuma nongkrong, lho. Setiap hari, bantuan terus mengalir: pada hari itu saja, sebanyak 35,685 ton bantuan dikirim lewat laut dan 53,467 ton lewat udara. Total sudah 913,898 ton bantuan yang didistribusikan ke masyarakat terdampak. Untuk mendukung semua ini, TNI mengerahkan 27 unit alutsista, termasuk 21 pesawat dan 5 KRI. Ini adalah operasi besar yang tetap berjalan meskipun mungkin sudah jarang jadi headline news.
Solidaritas Itu Maraton, Bukan Sprint
Kenapa sih ini relevan buat kita? Karena seringkali kita terbiasa dengan mode 'donasi sekali klik' atau repost pas tren, lalu lupa. Padahal, pemulihan pasca-bencana butuh waktu lama — mulai dari membangun kembali rumah, memulihkan trauma, hingga mengembalikan aktivitas ekonomi. Kehadiran ribuan personel TNI selama berminggu-minggu ini mengingatkan kita bahwa membantu sesama itu bukan soal euforia awal, tapi komitmen panjang. Mereka adalah representasi negara yang menjaga agar masyarakat terdampak nggak merasa ditinggalkan, bahkan setelah sorotan kamera pergi. Ini bentuk solidaritas sejati yang patut kita apresiasi.
Jadi, kalau kita lihat berita tentang penanganan bencana mulai sepi, jangan langsung anggap semuanya baik-baik saja. Masih ada pekerjaan rumah besar yang belum kelar. Mungkin kita bisa terus peduli — entah dengan mengingatkan teman, mendukung kampanye pemulihan, atau sekadar nggak melupakan. Karena, solidaritas itu bukan cuma saat viral, tapi juga saat sepi. Dan itu yang dilakukan ribuan personel TNI di NTT — mereka tetap ada, meski dunia sudah lupa.