Artikel

Anak-anak Pengungsi Gempa Diajari Bernyanyi dan Menggambar oleh Prajurit TNI, Pulihkan Trauma

05 Oktober 2026 Lokasi pengungsian gempa Jawa Timur 7 views

Prajurit TNI membantu trauma healing bagi anak-anak pengungsi gempa Jawa Timur dengan kegiatan bernyanyi, menggambar, dan bermain. Pendekatan psikososial ini penting untuk mengalihkan trauma dan mencegah PTSD pada anak. Aksi ini mengingatkan bahwa dukungan mental sama pentingnya dengan bantuan fisik dalam pemulihan bencana.

Anak-anak Pengungsi Gempa Diajari Bernyanyi dan Menggambar oleh Prajurit TNI, Pulihkan Trauma

Bayangkan kamu lagi di pengungsian, rumah hancur, gempa masih bikin deg-degan. Tapi tiba-tiba denger suara anak-anak nyanyi dan ketawa. Itulah yang terjadi di tenda-tenda pengungsian pasca gempa Jawa Timur. Bukan cuma bantuan sembako atau tenda, ada prajurit TNI yang sengaja turun buat trauma healing buat anak-anak pengungsi. Mereka nggak bawa obat, tapi crayon dan lagu.

Bukan dengan Obat, Tapi dengan Crayon dan Lagu

Para prajurit dari divisi kesehatan mental ini datang dengan alat musik sederhana, kertas gambar, crayon, dan permainan. Mereka ngajak anak-anak bernyanyi bareng, menggambar pemandangan, atau dengerin dongeng. Aktivitas ini jadi terapi ringan yang langsung menyentuh hati. Tujuannya: ngelupain ketakutan dari gempa susulan dan kerinduan sama rumah yang udah hilang. Ini bukan sekadar main-main, ya. Metode psikososial ini penting banget buat mencegah trauma berkepanjangan atau PTSD yang bisa ganggu perkembangan mental anak ke depannya. Prajurit TNI juga udah dibekali pelatihan dasar buat komunikasi dan main sama anak-anak korban bencana. Jadi, pendekatannya disesuaikan sama kondisi psikologis mereka, bukan asal ajak main.

Bencana Meninggalkan Luka Fisik, tapi Juga Luka Batin

Seringkali kita lupa, bencana alam nggak cuma merusak bangunan, tapi juga kondisi mental. Apalagi buat anak-anak yang masih rentan. Mereka belum punya mekanisme ngadepin stres sekuat orang dewasa, jadi ketakutan bisa nempel lebih lama dan berdampak ke tumbuh kembang mereka. Kalau trauma dibiarkan, perkembangan mental mereka bisa terganggu—dan itu bakal kerasa jauh setelah bencana selesai. Aksi trauma healing dari TNI ini keliatan sederhana—bermain, bernyanyi, dan menggambar—tapi dampaknya besar buat memulihkan rasa aman dan keceriaan anak-anak pengungsi. Lewat kegiatan menggambar atau mendongeng, mereka diajak ngekspresiin perasaan tanpa harus bicara hal berat. Ini juga jadi pengingat buat kita semua kalau bantuan kemanusiaan nggak melulu soal sembako atau tenda. Dukungan psikososial sama pentingnya dengan bantuan fisik.

Di balik seragam loreng, ada sisi humanis yang jarang terekspos. Mereka nggak cuma garda terdepan dalam evakuasi, tapi juga teman bermain yang menyembuhkan. Pesannya sederhana: peduli itu nggak harus selalu besar. Kadang, duduk di samping anak pengungsi, ngajak mereka nyanyi, atau kasih kertas gambar udah jadi aksi kemanusiaan yang nyata. Semoga ke depannya makin banyak lembaga dan relawan yang sadar akan pentingnya psikososial dalam pemulihan bencana. Karena, luka batin juga butuh disembuhkan.

Entitas yang disebut

Organisasi: TNI

Lokasi: Jawa Timur