Bayangin kalau tiba-tiba kakek atau nenek kita nggak bisa lihat wajah kita dengan jelas. Bukan karena layar HP, tapi karena katarak yang udah bertahun-tahun dibiarkan. Di kota, operasi mungkin tinggal urusan booking rumah sakit dan asuransi. Tapi di pedalaman Maluku? Ceritanya jauh lebih berat dari itu. Nah, di tengah keterbatasan itulah, TNI datang membawa harapan lewat operasi gratis untuk ratusan lansia.
Aksi Nyata di Pedalaman Maluku: 500 Lansia Dapat Operasi Katarak Gratis
Bakti kesehatan yang digelar TNI ini berhasil mengoperasi 500 pasien katarak dalam 10 hari di Ambon dan sekitarnya. Tim dokter dari rumah sakit militer diterjunkan langsung ke lapangan, lengkap dengan peralatan yang dibutuhkan. Mereka bergiliran menangani para lansia yang udah lama mengidap katarak. Mayoritas pasien adalah warga desa yang nggak punya biaya atau akses ke fasilitas kesehatan kota. Bayangin, buat mereka, kehadiran tim medis di pedalaman itu kayak oase di tengah gurun.
Dampaknya nggak main-main. Setelah operasi, banyak pasien yang akhirnya bisa melihat lagi wajah cucu-cucunya dengan jelas. Ada yang bisa berjalan sendiri tanpa bantuan, bahkan ada yang bermimpi buat baca Al-Qur'an lagi. Seorang nenek di Ambon mengaku udah lima tahun nggak bisa melihat sinar matahari secara langsung—dan sekarang dia bisa tersenyum melihat keluarganya. Ini bukan cuma soal penglihatan pulih, tapi juga soal martabat, kemandirian, dan kebahagiaan yang udah lama hilang.
Kegiatan ini sekaligus jadi cermin bahwa kesenjangan akses kesehatan antara kota dan desa masih sangat nyata. Kalau di kota kita tinggal buat janji sama dokter spesialis, di pedalaman butuh tentara dan tim medis yang rela menempuh perjalanan jauh demi menghadirkan layanan operasi gratis. Ini mengingatkan kita semua bahwa masih banyak saudara kita yang butuh perhatian lebih dari negara—dan kita bisa ikut ambil peran, meski nggak harus dengan cara jadi relawan.
Buat kita yang mungkin nggak ngerasain langsung, cerita ini bisa jadi pengingat buat lebih bersyukur dan peka. Nggak perlu jadi tentara atau dokter buat bantu—cukup dengan menyebarkan informasi atau donasi ke program serupa. Karena pada akhirnya, kesehatan adalah hak semua orang, di mana pun mereka tinggal. Operasi seperti ini bukan cuma menyembuhkan mata, tapi juga menghidupkan kembali harapan yang sempat redup.