Artikel

Banjir Bandang Manado: TNI Terjunkan Perahu Karet, Warga Dievakuasi ke Tempat Aman

13 Oktober 2026 Manado, Sulawesi Utara 4 views

Banjir bandang melanda Manado dan Minahasa pada akhir Januari 2025 akibat hujan deras yang membuat sungai meluap. TNI bersama Basarnas dan relawan melakukan evakuasi dengan perahu karet, mempriotitaskan lansia dan anak-anak. Kejadian ini mengingatkan kita akan perubahan iklim dan pentinya solidariat serta kesiap siagaan bencana dalam keidupan sehari-hari.

Banjir Bandang Manado: TNI Terjunkan Perahu Karet, Warga Dievakuasi ke Tempat Aman

Kamu bangun pagi dan scrolling timeline, eh langsung disuguhi video banjir bandang yang lagi viral? Nah, akhir Januari 2025, Manado dan sekitarnya di Sulawesi Utara ketiban musibah. Hujan deras semalaman bikin sungai-sungai meluap dan banjir bandang menerjang permukiman warga. Di tengah situasi chaos, TNI langsung turun tangan bareng Basarnas dan relawan buat evakuasi warga yang terjebak rumah. Ini bukan cuma berita biasa, tapi pengingat kalau bencana bisa datang kapan aja dan kita semua punya peran buat saling bantu.

Yang Terjadi di Manado: TNI Sigap Evakuasi dengan Perahu Karet

Banjir di Manado dan Minahasa itu merendam ribuan rumah. Banyak warga yang nggak sempat menyelamatkan diri karena air naik cepat. TNI dari Kodim dan Koramil setempat langsung mengerahkan perahu karet untuk menjangkau titik-titik terdampak. Mereka nggak cuma mengangkut manusia, tapi juga bantu selamatkan barang-barang penting kaya dokumen dan peralatan rumah tangga. Warga lansia dan anak-anak jadi prioritas biar aman sampai di pengungsian. Evakuasi ini dilakukan dengan koordinasi cepat bareng Basarnas dan relawan lokal, menunjukkan betapa solidnya respons saat bencana terjadi.

Dampak dan Pelajaran untuk Kita Semua

Buat kita yang tinggal di kota besar seperti Jakarta, Surabaya, atau Bandung, bencana ini ngingetin bahwa perubahan iklim bikin cuaca makin ekstrem. Hujan yang tadinya biasa aja sekarang bisa berujung banjir bandang. Tapi yang bikin bangga, peran TNI yang sigap di lapangan jadi contoh solidaritas yang nyata. Mereka bukan cuma aparat, tapi juga saudara kita yang siap membantu saat darurat. Dari kejadian ini, kita bisa belajar bahwa kesiapsiagaan itu penting—mulai dari punya tas siaga bencana, tahu jalur evakuasi, sampai tahu nomor kontak darurat. Sayangnya, di banyak kota, sistem peringatan dini dan drainase masih belum optimal. Jadi, selain bantuan langsung, kita juga perlu mendorong pemerintah buat investasi infrastruktur yang lebih tangguh.

Yang paling menarik, di balik musibah, selalu ada semangat gotong royong yang menguat. Banyak warga yang membuka rumahnya sebagai tempat pengungsian, dan relawan dari berbagai kalangan bergerak mengumpulkan logistik. Kita pun bisa ikut membantu meski dari jauh, misalnya lewat donasi ke lembaga terpercaya atau sekadar menyebarkan info kontak darurat biar yang butuh bantuan cepat terhubung. Karena saat banjir melanda, setiap detik berharga. Jadi, jangan anggap remeh cuaca ekstrem, ya. Mulai sekarang, peduli sama lingkungan dan siap siaga bencana itu investasi untuk keselamatan kita semua.

Entitas yang disebut

Organisasi: TNI, Basarnas

Lokasi: Manado, Sulawesi Utara, Minahasa