Artikel

Banjir Besar di Kalimantan Selatan, TNI Kirim Tim SAR dan Bantuan Logistik

20 Oktober 2026 Kalimantan Selatan 6 views

Banjir besar di Kalimantan Selatan awal 2025 akibat hujan deras selama tiga hari menggenangi delapan kabupaten dan memaksa 5.000+ warga mengungsi. TNI cepat tanggap dengan mengirim 200 personel untuk evakuasi dan bantuan logistik, sementara semangat gotong royong warga dan relawan menunjukkan solidaritas yang kuat. Peristiwa ini jadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan bencana di tengah perubahan iklim yang makin ekstrem.

Banjir Besar di Kalimantan Selatan, TNI Kirim Tim SAR dan Bantuan Logistik

Banjir besar di Kalimantan Selatan di awal 2025 jadi pengingat keras buat kita semua. Hujan deras yang turun selama tiga hari tanpa henti bikin delapan kabupaten terendam, dan lebih dari 5.000 warga harus mengungsi. Buat generasi kita yang udah sering denger isu perubahan iklim, bencana ini bukan cuma berita duka, tapi juga bukti nyata kalau cuaca ekstrem makin sering terjadi—nggak cuma di Jakarta, tapi di mana aja. Ini saatnya kita peduli dan siap siaga.

TNI Bergerak Cepat: Bantuan Kemanusiaan yang Tepat Sasaran

Kecepatan tanggap jadi kunci dalam situasi darurat kayak gini. Kodam VI/Mulawarman langsung mengirim 200 personel TNI ke lokasi-lokasi paling parah. Mereka nggak cuma evakuasi warga ke tempat aman, tapi juga distribusi makanan siap saji, air bersih, dan bikin posko kesehatan darurat. Kehadiran seragam hijau di tengah musibah ini bikin tenang para pengungsi—banyak dari mereka yang dibantu langsung, dari nyelametin anggota keluarga sampai barang berharga. Ini bukti nyata peran TNI sebagai garda terdepan misi kemanusiaan. Bantuan yang cepat dan tepat sasaran jelas meringankan beban korban yang kehilangan tempat tinggal dan harta benda. TNI juga kerja bareng BPBD dan relawan setempat buat pastiin kebutuhan dasar warga tetap terpenuhi di pengungsian.

Gotong Royong yang Bikin Hangat di Tengah Banjir

Nggak bisa dipungkiri, banjir ini bikin kerugian gede—ribuan rumah terendam, sawah rusak, ekonomi lumpuh. Tapi di balik itu, ada semangat gotong royong yang justru makin terasa. Relawan dari berbagai kalangan, termasuk anak muda Banjarbaru, ikut turun tangan: bagi-bagi bantuan logistik, bersihin lumpur, sampe bikin dapur umum. Komunitas mahasiswa dan organisasi sosial juga nggak mau ketinggalan dengan galang donasi lewat media sosial. Cerita misalnya sekelompok anak muda yang kumpulin pakaian layak pakai dan kirim ke posko pengungsian. Hal-hal sederhana kayak gini bikin kita optimis kalau musibah ini bisa dihadapi bareng-bareng.

Dari peristiwa ini, kita bisa belajar banyak. Selain pentingnya respons cepat institusi kayak TNI dan pemerintah, kita juga diajak sadar akan kesiapsiagaan bencana. Gen Z dan Milenial yang tinggal di daerah rawan banjir, yuk mulai kenali jalur evakuasi, siapkan tas darurat berisi dokumen penting, dan jangan lupa saling peduli. Karena dampak perubahan iklim nggak bisa kita hindari, tapi kita bisa siap menghadapinya bersama.

Entitas yang disebut

Organisasi: TNI, Kodam VI/Mulawarman

Lokasi: Kalimantan Selatan