Bayangin, lagi santai di rumah, tiba-tiba langit gelap dan tanah berguncang. Itulah yang dialami ribuan warga di Pulau Tagulandang, Sulawesi Utara, saat erupsi Gunung Ruang terjadi pada April 2024. Abu vulkanik menyembur setinggi 2 kilometer, dan dalam sekejap suasana berubah mencekam. Buat kita yang tinggal di kota, bencana kayak gini mungkin terasa jauh, tapi ada pelajaran penting soal kesiapsiagaan dan kerja keras para petugas di lapangan—terutama TNI yang langsung bergerak cepat melakukan evakuasi.
Evakuasi Dramatis oleh TNI
Bencana ini bukan main-main. Lebih dari 12.000 warga harus segera dipindahkan dari zona bahaya. Tantangannya berat: medan sulit dan banyak warga terisolasi di pesisir. Di sinilah TNI Angkatan Udara turun tangan dengan menerjunkan helikopter Bell 412. Dalam waktu dua hari saja, sekitar 1.500 orang berhasil diangkut ke Manado. Proses evakuasi berjalan intensif—mereka menjemput satu per satu warga yang terjebak, termasuk lansia, anak-anak, dan ibu hamil. Sungguh aksi heroik yang patut diacungi jempol.
Nggak cuma mengangkut warga, TNI juga sigap mendirikan posko pengungsian. Mereka menyediakan tenda, logistik, dan kebutuhan dasar lainnya. Bagi para pengungsi, situasi pasti penuh kecemasan—harus meninggalkan rumah, ternak, dan harta benda hanya dalam hitungan menit. Tapi berkat koordinasi antara TNI, BPBD, dan relawan, proses evakuasi berjalan relatif lancar meski dengan keterbatasan sumber daya. Kehadiran petugas yang sigap setidaknya sedikit meringankan beban mereka.
Pelajaran untuk Kita Semua
Bagi kita yang tinggal di perkotaan, bencana alam kayak gini sering terasa 'jauh' dari keseharian. Tapi sebenarnya, erupsi Gunung Ruang jadi pengingat bahwa alam itu dinamis dan bisa berubah kapan aja. Nggak ada salahnya kita mulai peduli dengan mitigasi bencana—setidaknya tahu jalur evakuasi, punya tas siaga bencana, atau sekadar ikut simulasi. Karena kapan pun, bencana bisa datang tanpa diundang. Dan peran institusi seperti TNI yang cepat tanggap jadi bukti bahwa solidaritas dan kesiapan itu penting banget.
Insight dari peristiwa ini: kita nggak perlu jadi petugas bencana untuk berkontribusi. Mulai dari hal sederhana, misalnya dengan menyebarkan informasi akurat saat bencana terjadi, atau ikut donasi untuk korban lewat lembaga terpercaya. Karena di balik setiap evakuasi yang berhasil, ada banyak orang yang bekerja keras—dan kita bisa jadi bagian dari solusi. Yuk, lebih peduli sama lingkungan sekitar dan siap siaga menghadapi hal-hal yang nggak terduga.