Artikel

Ketika Gadget Jadi Senjata: Kemenkominfo Gelar 'Kelas Digital' untuk Lansia Agar Tak Ketinggalan Zaman

07 Juni 2026 Berbagai Kota di Indonesia 1 views

Program 'Kelas Digital' dari Kemenkominfo membantu para lansia mengatasi ketertinggalan di era teknologi dengan mengajarkan keterampilan praktis seperti belanja online dan video call. Inisiatif ini tidak hanya meningkatkan kemandirian dan kepercayaan diri peserta, tetapi juga memperkecil jarak antar generasi. Ini membuktikan bahwa transformasi digital yang inklusif dan berpihak pada semua lapisan masyarakat adalah kunci untuk kemajuan bersama.

Ketika Gadget Jadi Senjata: Kemenkominfo Gelar 'Kelas Digital' untuk Lansia Agar Tak Ketinggalan Zaman

Bayangin deh, hidup kita udah serba praktis berkat dunia digital. Mau belanja, bayar tagihan, atau sekadar video call sama keluarga, tinggal geser jari di layar. Tapi, sadar nggak, di balik kemudahan itu ada banyak lansia yang justru merasa jadi penonton di era mereka sendiri. Nah, beruntungnya, Kemenkominfo baru aja meluncurkan program keren buat menjembatani kesenjangan ini: ‘Kelas Digital’. Ini kayak sekolah khusus buat warga usia 60+ biar mereka nggak lagi gagap atau takut sama teknologi.

Mengubah Ponsel dari Sumber Stres Jadi Senjata Andalan

Program Kelas Digital ini nggak cuma seremonial belaka, tapi digelar di berbagai kota besar dengan target yang jelas: para lansia yang sering merasa kewalahan dengan gadget dan aplikasi. Bayangin aja, dari dunia analog tiba-tiba harus berhadapan dengan smartphone yang serba canggih. Materi yang diajari pun super praktis dan langsung bisa dipraktikin, kayak cara pesen ojek/taksi online, belanja di e-commerce dengan aman, sampai pake aplikasi perbankan digital. Pendekatan pembelajarannya juga disesuaikan dengan kecepatan dan kebutuhan para peserta, jadi nggak bikin pusing.

Yang bikin makin relevan, program ini nggak cuma soal mengikuti zaman, tapi juga meningkatkan literasi digital mereka. Dengan memahami cara kerja dan risiko di dunia maya, para lansia jadi lebih terlindungi dari hal-hal seperti penipuan online. Ibaratnya, mereka dikasih ‘survival kit’ dan peta untuk berjalan-jalan dengan aman di jagat teknologi.

Dampak Nyata: Dari Bergantung Jadi Percaya Diri

Efeknya langsung terasa banget! Banyak peserta yang sekarang udah bisa video call sama anak cucu di luar kota tanpa harus minta tolong siapa-siapa. Ada juga yang udah berani belanja kebutuhan harian lewat aplikasi, atau urus transaksi bank sendiri. Ini bukan cuma soal kepraktisan, tapi soal kemandirian yang kembali diraih.

Yang nggak kalah penting, rasa percaya diri mereka meningkat drastis. Dari yang awalnya mungkin malu atau takut salah, sekarang punya ‘superpower’ baru untuk menjelajahi dunia digital. Mereka jadi lebih terhubung dan nggak lagi merasa jadi beban atau tertinggal. Transformasi ini punya dampak sosial yang besar lho, bisa bantu mempersempit jarak generasi karena komunikasi jadi lebih lancar.

Ini juga membuka mata kita bahwa perkembangan teknologi harus benar-benar inklusif dan merata. Nggak boleh ada kelompok masyarakat, terutama para lansia, yang justru terpinggirkan karena perubahan zaman. Keberhasilan program seperti ini menunjukkan bahwa dengan metode yang tepat, kesabaran, dan empati, semua orang bisa belajar dan beradaptasi, nggak peduli berapa pun usianya.

Entitas yang disebut

Organisasi: Kemenkominfo