Bayangin jadi orang tua di daerah terpencil, mau anaknya disunat tapi biayanya bikin pusing. Nah, cerita bakti sosial yang bikin hati adem ini datang dari Deiyai, Papua. Satgas Yonif 2 Marinir bareng Kodim 1703/Deiyai ngadain khitanan massal gratis buat puluhan anak di Waghete. Acara yang digelar tanggal 2 Juli 2026 ini nggak cuma soal kesehatan, tapi bener-bener ringanin beban ekonomi keluarga yang selama ini mungkin ngerasa khitan itu 'mewah'.
Bukan Sekedar Sunat Biasa, Ini Wujud Nyata Pengabdian
Dipimpin langsung sama Letkol Marinir Helilintar Setiojoyo Laksono, kegiatan ini jadi bukti kalau peran TNI nggak cuma jaga keamanan doang. Dalam pernyataannya, beliau bilang ini adalah bentuk pengabdian konkret buat masyarakat di daerah yang akses kesehatannya terbatas. Puluhan anak-anak datang didampingin orang tuanya dengan antusias, karena kesempatan kayak gini jarang banget mereka dapetin. Bayangin aja, di tengah keterbatasan fasilitas kesehatan, kehadiran tim Marinir dengan program gratisnya ini kayak angin segar.
Ini nggak sekadar prosedur medis biasa. Proses khitanan dilakukan dengan standar kesehatan yang baik, dan yang paling penting, tanpa biaya sepeser pun buat keluarga. Bagi banyak orang tua di Deiyai, biaya untuk sunat anak bisa setara dengan kebutuhan pokok keluarga selama berminggu-minggu. Dengan dihapusnya beban finansial itu, mereka bisa fokus pada hal lain yang juga penting untuk tumbuh kembang anak.
Dampaknya Nggak Cuma di Kulit, Tapi Sampai ke Hati
Dampak dari bakti sosial model begini jauh lebih dalam dari yang kita kira. Pertama, tentu saja dari sisi kesehatan anak-anak itu sendiri. Khitan punya manfaat medis yang jelas. Kedua, dan mungkin yang lebih penting, adalah dampak sosial dan psikologisnya. Kegiatan ini mempererat hubungan antara prajurit dan warga. Citra TNI nggak lagi cuma 'orang bersenjata', tapi jadi 'teman yang peduli' yang hadir di saat dibutuhkan.
Buat anak-anak Papua di Waghete, pengalaman ini bakal jadi memori yang berbeda. Mereka nggak cuma bertemu tentara dalam konteks formal atau keamanan, tapi dalam suasana kepedulian dan layanan. Ini membangun persepsi positif sejak dini dan menumbuhkan rasa aman serta percaya. Bagi orang tua, bantuan seperti ini adalah bentuk perhatian negara yang mereka rasakan langsung, sesuatu yang kadang lebih berharga dari bantuan materi lainnya.
Pada akhirnya, khitanan gratis oleh Satgas Marinir ini adalah reminder sederhana: kebaikan seringkali datang dari hal-hal paling mendasar. Di tengah hiruk-pikuk berita yang berat, kisah kolaborasi untuk membantu kebutuhan dasar kesehatan masyarakat ini seperti oase. Ia menunjukkan bahwa membangun negeri bisa dimulai dari memastikan anak-anaknya sehat dan keluarga-keluarganya terbebas dari kecemasan ekonomi untuk hal-hal yang seharusnya bisa diakses semua orang.