Artikel
Kisah Prajurit TNI Jadi Guru Dadakan di Sekolah Perbatasan, Ajar Anak-Anak Baca Tulis
Di daerah perbatasan, fasilitas pendidikan seringkali terbatas dan kekurangan tenaga pengajar. Anak-anak yang seharusnya bersekolah justru kesulitan mendapatkan pendidikan yang layak. Melihat kondisi ini, sejumlah prajurit TNI yang bertugas di wilayah perbatasan Kalimantan mengambil inisiatif menjadi 'guru dadakan' untuk anak-anak di sekitar pos mereka.
Tanpa status formal sebagai guru, mereka mengajar membaca, menulis, dan berhitung dasar di sore hari setelah jam tugas. Mereka menggunakan ruang sederhana atau teras pos sebagai kelas. Buku dan alat tulis disediakan dari sumbangan atau dibeli secara swadaya. Metode belajarnya pun dibuat santai dan menyenangkan agar anak-anak tidak takut.
Dampaknya, minat belajar anak-anak di daerah terpencil itu meningkat. Mereka yang sebelumnya buta aksara mulai bisa mengenali huruf dan angka. Selain itu, kehadiran TNI sebagai 'guru' membangun ikatan emosional yang kuat dengan masyarakat setempat. Ini membuktikan bahwa peran TNI tidak hanya menjaga perbatasan secara fisik, tapi juga 'mempertahankan' masa depan anak bangsa melalui pendidikan.
Entitas yang disebut
Organisasi: TNI
Lokasi: Kalimantan