Artikel

Komik 'Pahlawan Bawah Tanah': Kisah TNI dan Warga Bersihkan Sungai dari Sampah Elektronik

05 Juli 2026 Surabaya, Jawa Timur 5 views

Kampanye kreatif lewat komik digital 'Pahlawan Bawah Tanah' oleh TNI dan komikus lokal berhasil menyadarkan masyarakat, khususnya anak muda, tentang bahaya sampah elektronik. Kolaborasi ini tidak hanya ada di dunia maya, tapi juga diwujudkan dengan aksi bersih sungai dan drop point e-waste, memperbaiki lingkungan dan mempererat hubungan sosial. Pendekatan yang relatable lewat cerita dan gambar terbukti efektif dalam menyampaikan pesan penting untuk kehidupan sehari-hari.

Komik 'Pahlawan Bawah Tanah': Kisah TNI dan Warga Bersihkan Sungai dari Sampah Elektronik

Pernah lihat tumpukan charger atau kabel rusak di rumah? Atau baterai lama yang entah kenapa masih disimpan? Kayaknya sepele ya, cuma sampah biasa. Tapi, kalau benda elektronik bekas itu akhirnya dibuang sembarangan, terutama ke sungai, dampaknya nggak main-main lho! Di balik bentuknya yang kecil, ada ancaman serius buat lingkungan kita. Nah, salah satu kota besar di Indonesia, Surabaya, punya cara kreatif banget buat ngatasi masalah sampah elektronik atau e-waste ini. Caranya? Lewat media yang paling digemari anak muda: komik digital!

Cerita Pahlawan Sungai dalam Gambar dan Aksi Nyata

Gagasan keren ini datang dari Divisi Hubungan Masyarakat TNI. Mereka menggandeng komikus lokal untuk bikin sebuah komik series berjudul ‘Pahlawan Bawah Tanah’. Ceritanya memang fiksi, tapi inspirasinya nyata banget. Komik ini nggak cuma punya gambar yang bagus, tapi juga menyampaikan pesan penting: menggambarkan kolaborasi antara prajurit TNI dan karang taruna dalam membersihkan sungai dan mengelola sampah elektronik dengan benar. Kerennya, komik ini dibagikan lewat media sosial dan bahkan jadi bahan diskusi di sekolah-sekolah, supaya pesannya makin nyampe ke anak muda.

Yang bikin makin keren, ini bukan cuma kampanye di dunia maya. Di lapangan, aksinya juga jalan terus. Prajurit TNI dan warga secara rutin menggelar ‘operasi sungai bersih’. Mereka juga mendirikan drop point atau titik kumpul khusus e-waste di tingkat kelurahan. Jadi, warga yang mau buang sampah elektroniknya dengan bertanggung jawab punya jalan yang jelas. Kolaborasi kayak di cerita komik, ternyata benar-benar terjadi di kehidupan nyata!

Dampaknya Nggak Cuma Bikin Sungai Jadi Biru

Lalu, apa sih manfaatnya buat kita sehari-hari? Yang paling jelas, kesadaran anak muda jadi meningkat. Mereka jadi paham kalau buang baterai bekas sembarangan, apalagi ke sungai, itu berbahaya. Sekarang juga udah ada opsi yang lebih baik. Selain itu, timbunan sampah beracun di bantaran sungai, yang bisa mencemari air tanah, perlahan-lahan bisa ditangani. Jadi, lingkungan sekitar kita jadi lebih sehat dan aman.

Tapi ternyata, dampak positifnya nggak cuma sampai di situ. Ada efek sosial yang kental banget, yaitu hubungan antara TNI dan warga, terutama anak muda atau Gen Z, jadi makin cair dan akrab. Kenapa bisa gitu? Karena komunikasinya pakai ‘bahasa’ yang mereka pahami, yaitu lewat komik dan media sosial. Hal ini bikin pesan tentang pentingnya menjaga lingkungan jadi lebih relatable dan nggak kaku. Anak muda jadi nggak lagi melihat TNI cuma dari sisi formalitas, tapi juga sebagai teman atau partner yang peduli pada isu yang sama-sama penting buat masa depan.

Cerita ini buktiin satu hal yang sederhana tapi penting: untuk menggerakkan perubahan, terutama di kalangan muda, sometimes we need a good story more than just a formal speech. Dengan pendekatan yang kreatif, santai, dan dekat dengan keseharian, pesan penting soal bahaya sampah elektronik bisa nyampe dengan lebih efektif dan berkesan. Jadi, lain kali nemu barang elektronik rusak di rumah, inget deh cerita pahlawan di komik itu. Jangan dibuang sembarangan, cari aja drop point e-waste terdekat di kelurahan kamu!

Entitas yang disebut

Organisasi: Divisi Hubungan Masyarakat TNI, karang taruna

Lokasi: Kota Surabaya