Artikel

Longsor Sukabumi: TNI Datang Bawa Excavator dan Trauma Healing untuk Korban

09 Oktober 2026 Sukabumi, Jawa Barat 5 views

Longsor Sukabumi pada Januari 2024 menimbun puluhan rumah dan menyebabkan 15 orang meninggal. TNI turun tangan dengan 300 personel, excavator, dan sesi trauma healing untuk anak-anak penyintas. Peristiwa ini menunjukkan pentingnya dukungan psikososial selain bantuan fisik dalam penanganan bencana.

Longsor Sukabumi: TNI Datang Bawa Excavator dan Trauma Healing untuk Korban

Bayangin lagi enak-enak tidur di rumah, tiba-tiba denger suara gemuruh kayak tanah mau ambles. Itulah yang dirasakan warga Sukabumi, Jawa Barat, saat bencana longsor melanda akhir Januari 2024 lalu. Bukan cuma bikin kaget, bencana ini langsung mengubah hidup banyak orang dalam hitungan jam. Tanah dan material longsor menimbun puluhan rumah, bikin warga kehilangan tempat tinggal, harta benda, bahkan anggota keluarga. Dari kejadian ini, kita sadar bahwa bencana itu nggak pandang bulu, dan yang paling penting adalah gimana kita saling bantu saat situasi darurat.

Data dari lokasi kejadian mencatat 15 orang meninggal dunia, belasan lainnya masih dinyatakan hilang, dan puluhan rumah rusak parah. Di tengah kepanikan, aparat TNI hadir bukan cuma dengan seragam, tapi juga bawa excavator dan tim SAR. Dalam kondisi hujan dan medan yang berat, mereka kerja siang-malam buat cari korban dan bersihin material longsor. Total 300 personel dikerahkan selama 10 hari penuh. Fokus mereka nggak cuma evakuasi, tapi juga bantu warga buat bisa beraktivitas lagi. Kehadiran alat berat seperti excavator bener-bener jadi harapan, karena bersihin material longsor secara manual jelas butuh waktu lebih lama. Ini contoh nyata bahwa negara dan aparat berada di garis terdepan ketika masyarakat lagi paling butuh pertolongan.

Trauma Healing: Pemulihan Mental yang Nggak Kalah Penting

Yang menarik dan mungkin jarang disorot adalah perhatian pada kesehatan mental korban. Ternyata, personel TNI yang punya pelatihan psikologi lapangan mengadakan sesi trauma healing untuk anak-anak penyintas longsor. Lewat permainan, menggambar, dan aktivitas seru lainnya, mereka diajak mengekspresikan perasaan dengan cara yang ringan dan menyenangkan. Ini bukan sekadar hiburan, tapi bentuk dukungan psikososial yang penting banget pasca-bencana. Dampaknya luar biasa: anak-anak yang sempat ngerasain ketakutan dan kehilangan bisa balik lagi senyum. Buat kita yang mungkin jauh dari lokasi, ini jadi pengingat bahwa recovery itu nggak cuma soal bangun ulang rumah, tapi juga memulihkan mental korban. Sesi sederhana seperti menggambar ternyata bisa jadi awal buat mereka bangkit dari keterpurukan.

Jadi, dari peristiwa longsor Sukabumi ini kita belajar bahwa dukungan psikososial adalah bagian penting dari penanganan bencana. Nggak harus jadi tentara atau psikolog untuk bisa bantu. Sekadar mau denger, temenin, atau ngajak korban ngobrol ringan pun punya dampak besar. Kehadiran TNI di lokasi bukan cuma soal alat berat, tapi juga tentang kepedulian terhadap kesejahteraan mental. Untuk kita semua, ini mengingatkan bahwa di tengah kesibukan sehari-hari, empati dan aksi nyata bisa muncul kapan aja—baik untuk korban bencana maupun orang-orang di sekitar kita.

Entitas yang disebut

Organisasi: TNI

Lokasi: Sukabumi, Jawa Barat