Di tengah kesibukan Makassar saat waktunya berbuka puasa tiba, ada momen kecil yang bikin hati hangat. Seorang prajurit TNI menunjukkan bahwa senjata terampuh bukan selalu tank atau peluru, tapi bisa berupa kebaikan dan kepedulian. Kisah ini viral dan ngasih bukti nyata bahwa Ramadhan bukan cuma soal menahan lapar dan haus, tapi juga tentang semangat gotong royong dan peduli pada sesama.
Nenek Tersesat Saat Cari Takjil, Prajurit Jadi 'Driver' Dadakan
Kejadiannya bermula di sekitar markas Kodaeral VI di Makassar. Lettu Laut (T) Mohan Abidin dari TNI AL menemukan seorang nenek berusia 60 tahun bernama Dg. Kebo dalam keadaan linglung dan kebingungan. Rupanya, nenek ini baru saja mengantar cucunya beli takjil di Pasar Cidu dan kehilangan arah pulang. Bayangkan, di usia yang sudah lanjut, tersesat sendirian di tengah keramaian kota saat semua orang buru-buru pulang buka puasa. Situasi yang pasti bikin panik dan sedih.
Mohan Abidin nggak cuma lewat aja. Dia langsung mendekati nenek tersebut, menenangkannya, dan menanyakan alamatnya. Setelah tahu, dia langsung bertindak. Mohan memerintahkan Bintara Jaga, Serda Jas Dwi Jatmoko, untuk mengantarkan sang nenek pulang ke rumahnya di Jalan Veteran menggunakan kendaraan dinas. Aksi yang cepet dan tulus ini bikin nenek bisa kembali ke keluarganya dengan selamat sebelum waktu berbuka tiba.
Lebih Dari Sekedar Tugas, Ini Bukti Real Kemanusiaan
Apa yang dilakukan prajurit ini bukan cuma sekadar bantu nenek nyasar. Ini adalah implementasi langsung dari salah satu poin 8 Wajib TNI, yaitu 'mengatasi kesulitan rakyat'. Di balik seragam dan tugas berat menjaga negara, ada hati yang peduli pada masyarakat sekitar. Di bulan Ramadhan seperti ini, aksi sederhana tapi penuh makna kayak gini punya dampak besar.
Buat masyarakat, cerita ini ngingetin kita semua bahwa bantuan dan perhatian bisa datang dari mana aja, bahkan dari sosok yang selama ini kita lihat sebagai 'penjaga keamanan' yang terkesan tegas. Ini ngebuktiin bahwa nilai kemanusiaan dan kepedulian sosial itu masih hidup dan kuat, terutama di tengah kehidupan perkotaan yang kadang individualis dan sibuk dengan urusan sendiri-sendiri.
Buat keluarga sang nenek, bayangkan rasa lega dan bahagianya bisa ketemu lagi dengan nenek mereka dalam keadaan selamat, tepat sebelum buka puasa. Nggak kebayang kalo neneknya masih tersesat sampai malam. Aksi prajurit TNI ini nggak cuma nyelamatin fisik, tapi juga nyelamatin momen kebersamaan keluarga di bulan suci.
Cerita kayak gini penting buat kita ingat di kehidupan sehari-hari. Seringkali kita terlalu fokus sama urusan besar atau masalah kompleks, sampe lupa kalo hal kecil kayak nolong orang tersesat atau bantu sesama yang kesusahan itu punya nilai yang luar biasa. Di era di mana berita negatif mudah viral, kisah positif kayak di Makassar ini kayak oase yang nyegarinkan.
Jadi, lain kali kita lihat orang yang butuh bantuan—entah itu nenek-nenek nyebrang jalan, orang yang kebingungan cari alamat, atau siapa aja—mungkin kita bisa terinspirasi buat nggak ragu ngebantuin. Karena kebaikan, apalagi di bulan Ramadhan, itu nular. Satu aksi kecil bisa jadi inspirasi buat banyak orang buat melakukan hal yang sama.