Artikel

Prajurit TNI Bantu Panen Raya di Jawa Timur Saat Petani Kekurangan Tenaga Kerja

06 Oktober 2026 Mojokerto, Jawa Timur 7 views

Di Mojokerto, Jawa Timur, prajurit TNI dari Kodam V/Brawijaya turun ke sawah membantu petani panen raya yang kekurangan tenaga kerja. Aksi 'srawung' ini tidak hanya menyelamatkan hasil padi, tetapi juga menjadi bentuk nyata dukungan terhadap ketahanan pangan nasional. Cerita ini mengingatkan kita bahwa keamanan negara juga berarti memastikan perut rakyat terisi.

Prajurit TNI Bantu Panen Raya di Jawa Timur Saat Petani Kekurangan Tenaga Kerja

Bayangkan lagi musim panen raya, padi di sawah sudah menguning siap dipotong, tapi petani justru pusing karena kekurangan tenaga kerja. Ini bukan skenario sinetron, melainkan kenyataan yang terjadi di Mojokerto, Jawa Timur. Banyak anak muda milih merantau ke kota, sementara padi harus segera dipanen sebelum rusak atau dimakan burung. Kalau dibiarkan, bisa-bisa hasil jerih payah petani selama berbulan-bulan melayang begitu saja. Tapi ada secercah harapan: prajurit TNI dari Kodam V/Brawijaya turun tangan langsung ke sawah.

Prajurit Turun ke Sawah, Bukan Sekadar Latihan

Alih-alih berdiam di markas, para prajurit ini memilih 'srawung'—istilah Jawa yang artinya bersinggungan langsung dengan rakyat. Dengan pakaian sederhana, mereka ikut memotong padi, mengikatnya, dan memuat ke tempat penjemuran. Nggak cuma fisik, tapi juga mental: mereka belajar langsung soal kerja keras petani dan pentingnya menghargai setiap butir pangan. Bagi para petani yang udah cemas karena kekurangan tenaga kerja, kedatangan mereka bagai oase di tengah sawah yang panas. Otomatis, masalah teknis panen yang nyaris gagal karena minimnya pekerja bisa teratasi.

Dampak Nyata untuk Ketahanan Pangan

Lebih dari sekadar bantuan sosial, aksi ini jadi wujud nyata dukungan terhadap ketahanan pangan nasional. Ketika kita di kota sibuk dengan gadget dan rutinitas, di pedesaan ada prajurit yang ikut memikul padi dan bermain lumpur. Pesannya jelas: keamanan negara bukan cuma soal menjaga perbatasan, tapi juga memastikan perut rakyat terisi. Dengan panen yang sukses, harga beras stabil dan pasokan makanan tetap aman. Ini pelajaran berharga bahwa siapa pun—termasuk kita—bisa berkontribusi dalam urusan pangan, meski cuma dengan tidak menyia-nyiakan makanan.

Buat Gen Z dan Milenial yang mungkin ngerasa isu panen dan petani itu ketinggalan zaman, cerita dari Jawa Timur ini mengingatkan kita bahwa pangan adalah fondasi kehidupan. Tanpa petani, tanpa aksi gotong royong macam ini, nasi yang kita makan sehari-hari bisa terancam. Jadi lain kali kalau lihat beras di meja, ingat juga ada prajurit yang rela turun ke sawah demi menyelamatkan hasil bumi. Minimal, kita bisa lebih menghargai makanan dan tidak mudah membuang sisa. Itu juga bentuk dukungan terhadap ketahanan pangan dari sisi kita sendiri.

Entitas yang disebut

Organisasi: TNI, Kodam V/Brawijaya

Lokasi: Mojokerto, Jawa Timur