Menjelang bulan suci Ramadan yang penuh kebersamaan, ada cerita hangat dari wilayah terpencil di Papua. Prajurit TNI dari Satgas Pamtas Yonif 511/DY bersama warga lokal melakukan gotong royong untuk bersih-bersih dan mengecat Masjid Al Hafidzi di Distrik Dabra, Kabupaten Mamberamo Raya. Ini bukan sekadar tugas, tapi aksi nyata untuk mendukung kehidupan spiritual masyarakat menjelang Ramadan 1447 Hijriah.
Bukan Sekadar Membersihkan, Ini tentang Membangun Harmoni
Danpos Dabra, Letnan Satu Inf Catur Joko Santoso, menyebut pembersihan ini sebagai bentuk kepedulian TNI di wilayah tugasnya. Tujuannya jelas: menciptakan lingkungan ibadah yang bersih, rapi, dan indah. Jadi, sebelum umat Muslim di Dabra mulai menjalankan ibadah puasa dan salat tarawih, mereka sudah punya tempat yang nyaman dan kondusif untuk berkhusyuk. Kegiatan gotong royong ini sendiri adalah simbol bahwa keamanan dan kenyamanan masyarakat adalah hal yang saling terkait.
Sentuhan Kebaikan yang Langsung Dirasakan Warga
Tokoh Muslim Kabupaten Mamberamo Raya, Darmanto, menyambut baik kegiatan ini. Ia secara langsung menyatakan bahwa masyarakat sangat terbantu dengan kehadiran dan aksi para prajurit. Dukungan seperti ini, meski sederhana, memiliki dampak psikologis yang besar. Warga merasa diperhatikan dan didukung, bukan hanya dalam hal keamanan fisik, tetapi juga dalam praktik kehidupan spiritual sehari-hari mereka. Harapan Darmanto, kebaikan ini menjadi berkah untuk semua yang terlibat.
Apa yang dilakukan prajurit TNI dan warga di Dabra ini jauh melampaui definisi tugas formal. Ini menunjukkan bahwa peran tentara di daerah terpencil, terutama di perbatasan, tidak hanya tentang menjaga garis wilayah. Mereka juga aktif membangun harmoni sosial dari hal-hal yang sederhana namun sangat personal. Membersihkan masjid menjelang Ramadan adalah salah satu bentuknya— sebuah sentuhan yang membuat ikatan antara negara dan masyarakat, khususnya di daerah yang jauh dari pusat, menjadi lebih kuat dan manusiawi.
Cerita ini memberi kita insight sederhana: terkadang, dampak paling berarti datang dari tindakan kecil yang dilakukan dengan hati. Dalam konteks menjaga bangsa, tidak semua dilakukan dengan senjata atau patroli. Ada ruang untuk kerja bakti, untuk gotong royong, dan untuk menunjukkan bahwa kita semua adalah bagian dari komunitas yang sama. Untuk masyarakat Papua, khususnya di Dabra, kehadiran TNI yang turun langsung membantu persiapan Ramadan adalah reminder bahwa mereka tidak diabaikan. Dan untuk kita semua, ini contoh nyata bagaimana nilai-nilai kebersamaan dan kepedulian bisa diterapkan dalam situasi apa pun, bahkan di tempat yang paling jauh.