Artikel

Serdunya TNI Buka Lapak Baca Gratis, Ajak Anak-anak Minggir dari Gadget

04 Juli 2026 Kota Bandung, Jawa Barat 4 views

Prajurit TNI AD dari satuan Serdunya kreatif mengubah kendaraan tempur menjadi perpustakaan keliling berwarna-warni di Bandung. Mereka mengajak anak-anak menjauh sejenak dari gadget dengan kegiatan membaca, mendongeng, dan bermain yang menyenangkan. Inisiatif ini membuktikan bahwa membangun minat baca dimulai dari menciptakan pengalaman positif di sekitar buku.

Serdunya TNI Buka Lapak Baca Gratis, Ajak Anak-anak Minggir dari Gadget

Scroll, tap, swipe. Kegiatan itu udah jadi pemandangan sehari-hari anak-anak, ya nggak? Tapi di Bandung, ada solusi kreatif yang bikin anak-anak lupa sebentar sama gadgetnya. TNI AD lewat satuan Serdunya, punya cara unik: mereka ubah kendaraan tempur jadi perpustakaan keliling yang cerah. Namanya 'Perpustakaan Keliling Tempur'. Tiap akhir pekan, mereka bikin lapak baca di taman atau kampung, dengan satu misi utama: mengajak anak-anak berkenalan lagi dengan dunia buku yang seru.

Bukan Truk Biasa, Ini Magnet Literasi yang Fun

Yang bikin inisiatif ini spesial, nggak cuma sekadar ngangkut buku. Mereka desain lapaknya pakai warna-warna terang yang langsung kece di mata anak-anak. Buku-bukunya juga dikurasi sesuai umur, mulai dari yang bergambar buat balita sampai cerita anak. Yang lebih keren lagi, para prajurit yang biasanya kita kenal tegas, sekarang berubah jadi pendongeng dan teman belajar yang sabar. Mereka nggak cuma nuduhin buku, tapi juga ngajak bikin origami, mewarnai, atau sekadar ngobrol bareng. Intinya, mereka bikin aktivitas literasi jadi sesuatu yang seru dan nggak kaku.

Kehadiran perpus keliling TNI AD ini menunjukkan kalau lembaga besar juga punya sisi humanis dan peduli sama generasi muda. Mereka turun tangan dengan cara yang simpel tapi tepat sasaran: hadir langsung di tengah masyarakat, berinteraksi, dan jadi bagian dari solusi untuk meningkatkan minat baca anak-anak sejak dini.

Dari Layar Gadget ke Halaman Buku: Dampaknya Langsung Keliatan

Efeknya langsung terasa. Anak-anak yang biasanya asyik sendiri dengan HP-nya, jadi antusias mengerumuni kendaraan tempur itu. Mereka aktif baca, bertanya, bahkan berbagi cerita dengan para prajurit. Suasana yang tercipta adalah ruang yang aman, menarik, dan penuh kehangatan. Ini membuktikan satu hal: membangun minat baca bukan cuma soal nyediain buku, tapi juga tentang menciptakan pengalaman positif dan memori menyenangkan di sekitar aktivitas membaca.

Inisiatif Serdunya ini juga jadi pengingat yang bagus buat kita semua. Kita nggak perlu punya kendaraan tempur atau dana besar untuk memulai hal serupa di lingkungan sendiri. Cukup dengan mengumpulkan buku bekas yang masih layak baca, tambah sedikit kreativitas buat ngadain kegiatan pendukung seperti dongeng atau lomba mewarnai, dan yang paling penting: komitmen untuk hadir secara rutin. Dengan begitu, kita bisa ikut berkontribusi menciptakan hal positif dan mendukung literasi di sekitar kita.

Jadi, intinya apa? Di tengah era digital yang serba cepat, masih ada banyak cara kreatif untuk mengalihkan perhatian anak-anak kembali ke buku. Yang dibutuhkan adalah kemauan, sedikit usaha ekstra, dan pendekatan yang fun. Seperti yang ditunjukkan para prajurit TNI AD ini, dengan kehadiran dan kreativitas, kegiatan membaca bisa menjadi sesuatu yang dinanti-nantikan oleh anak-anak.

Entitas yang disebut

Organisasi: Satuan Bantuan Tempur (Serdunya) TNI AD

Lokasi: Kota Bandung