Artikel

TNI AL Gelar Bakti Kesehatan di Pulau Terluar: Warga Papua Barat Dapat Operasi Katarak Gratis

21 Oktober 2026 Kepulauan Ayau, Papua Barat 4 views

TNI AL menggelar bakti kesehatan gratis di Distrik Kepulauan Ayau, Papua Barat, termasuk operasi katarak untuk 40 lansia yang sudah menunggu bertahun-tahun. Akses layanan medis di pulau terluar sangat terbatas, dengan perjalanan 3 jam ke puskesmas. Kegiatan ini menunjukkan pentingnya sinergi untuk pemerataan kesehatan di Indonesia timur.

TNI AL Gelar Bakti Kesehatan di Pulau Terluar: Warga Papua Barat Dapat Operasi Katarak Gratis

Bayangin kamu harus hidup bertahun-tahun dengan penglihatan yang makin kabur karena katarak, sementara satu-satunya tempat operasi ada di kota yang butuh perjalanan laut berjam-jam. Itulah kenyataan yang dihadapi sebagian besar warga lansia di Distrik Kepulauan Ayau, Papua Barat. Tapi, pada awal Mei 2025 lalu, kabar baik datang dari TNI AL yang menggelar bakti kesehatan gratis di pulau terluar ini—memberikan operasi katarak yang sudah mereka nanti-nantikan sejak lama.

Operasi Katarak Gratis: Harapan Baru untuk 40 Lansia

Dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-79, TNI AL mengerahkan tim medis gabungan dari RSAL dr. Oslan dan dokter spesialis untuk turun langsung ke lokasi. Hasilnya? Sebanyak 40 warga lanjut usia berhasil menjalani operasi katarak gratis. Bukan cuma itu, layanan pengobatan umum dan sunatan massal juga ikut digelar. Salah satu cerita yang paling menyentuh: banyak pasien sudah menunggu bertahun-tahun untuk bisa melihat jelas lagi. Akses ke puskesmas saja harus ditempuh 3 jam naik perahu motor—belum lagi biaya dan keterbatasan tenaga medis di wilayah terpencil. Bakti kesehatan semacam ini jadi secercah harapan nyata bagi masyarakat di pulau terluar yang kerap luput dari perhatian.

Pemerataan Kesehatan: PR Besar yang Masih Butuh Sinergi

Buat kita yang tinggal di perkotaan, mengunjungi dokter atau rumah sakit mungkin terasa biasa. Tapi bagi saudara kita di Papua, akses layanan medis seperti operasi katarak adalah kemewahan. Tim medis gabungan TNI AL menunjukkan bahwa dengan koordinasi dan niat baik, pemerataan kesehatan bisa diwujudkan—setidaknya secara bertahap. “Ini adalah bentuk kepedulian terhadap warga di daerah terluar,” ujar perwakilan tim medis. Aksi nyata seperti ini mengingatkan kita bahwa kesehatan masih menjadi pekerjaan rumah besar yang butuh kerja sama semua pihak: pemerintah, institusi militer, tenaga medis, hingga kita sebagai sesama warga negara.

Lewat kegiatan ini, bukan hanya mata yang kembali terang, tapi juga harapan yang kembali menyala. 40 lansia yang dioperasi kini bisa melihat wajah cucu mereka dengan jelas, menata rumah, atau sekadar berjalan tanpa bantuan. Dampaknya langsung ke kualitas hidup sehari-hari. Apalagi, di balik setiap operasi, ada cerita perjuangan bertahun-tahun yang akhirnya terbayar. Inilah bukti bahwa TNI AL tidak hanya menjaga perairan, tapi juga peduli pada denyut nadi masyarakat di Papua.

Buat kita, momen ini jadi pengingat untuk lebih bersyukur dan peduli. Nggak perlu muluk-muluk, cukup dengan mulai peduli pada isu kesehatan di daerah terluar. Share informasi ini, dukung program serupa, atau minimal sadar bahwa Indonesia masih punya pekerjaan rumah besar dalam pemerataan akses kesehatan. Karena pada akhirnya, setiap orang berhak untuk melihat dunia dengan terang—tanpa terkendala jarak dan biaya.

Entitas yang disebut

Organisasi: TNI Angkatan Laut, RSAL dr. Oslan

Lokasi: Distrik Kepulauan Ayau, Papua Barat