Artikel

TNI Bantu Pengungsi Banjir Bandang di Sulawesi Selatan, 150 Warga Dievakuasi

20 Oktober 2026 Sulawesi Selatan 4 views

Banjir bandang di Kabupaten Wajo, Sulsel, awal Desember 2024 merendam 500 rumah dan mengevakuasi 150 warga. TNI dan Basarnas bergerak cepat dengan perahu karet serta mendirikan dapur umum. Peristiwa ini mengingatkan kita akan dampak perubahan iklim dan pentingnya kesiapsiagaan bencana, serta ajakan untuk aksi nyata dari lingkungan terdekat.

TNI Bantu Pengungsi Banjir Bandang di Sulawesi Selatan, 150 Warga Dievakuasi

Cuaca akhir-akhir ini emang lagi nggak bisa ditebak. Awal Desember 2024 lalu, banjir bandang melanda Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan, dan dampaknya langsung terasa. Sekitar 500 rumah terendam dan lebih dari 150 warga terpaksa mengungsi. Peristiwa ini bukan cuma soal angka, tapi juga pengingat bahwa perubahan iklim udah sampai di depan mata kita. Buat kita yang tinggal di kota, mungkin terasa jauh, tapi efeknya bisa kita rasakan pas harga pangan naik atau pas mudik jadi berantakan. Yuk, kita lihat lebih dekat kejadian ini dan kenapa kita semua perlu peduli.

Banjir Bandang di Wajo: Evakuasi Cepat oleh TNI

Begitu banjir datang, TNI dan Basarnas langsung tancap gas. Mereka bergerak cepat mengevakuasi warga menggunakan perahu karet. Kondisi di lapangan cukup mengkhawatirkan—air naik sampai setinggi dada, jadi tim evakuasi kerja ekstra keras untuk menyelamatkan 150 warga. Nggak cuma evakuasi, TNI di Sulsel juga langsung mendirikan dapur umum di lokasi pengungsian. Aksi ini bukan cuma soal penyelamatan, tapi juga soal kemanusiaan yang bikin kita saling peduli. Peran TNI di sini krusial banget, jadi garda terdepan dalam situasi darurat kayak gini.

Dampak Perubahan Iklim dan Pelajaran untuk Kita

Yang bikin kejadian ini makin relevan adalah frekuensi bencana hidrometeorologi seperti banjir bandang yang terus meningkat. Ini efek nyata perubahan iklim yang bikin cuaca makin ekstrem. Masyarakat di daerah rawan bencana perlu lebih siap, tapi kita semua juga punya tanggung jawab. Mulai dari hal simpel seperti punya tas siaga bencana, belajar pertolongan pertama, sampai bergabung dengan komunitas mitigasi bencana di sekitar rumah. Semua itu bisa bikin kita lebih tangguh saat darurat.

Di tengah musibah, semangat gotong royong tetap terjaga. TNI bukan hanya melakukan evakuasi, tapi juga memastikan warga yang mengungsi dapat makanan hangat. Keterlibatan berbagai pihak menunjukkan bahwa solidaritas itu nyata. Inilah sisi kemanusiaan yang menghangatkan hati di tengah peristiwa yang memilukan. Buat kita, Gen Z dan Milenial, peristiwa banjir di Sulsel ini bisa jadi panggilan untuk ambil bagian. Selain ikut membantu saat bencana, kita bisa mulai dari kebiasaan sehari-hari: kurangi sampah plastik, dukung kebijakan ramah lingkungan, atau sebarkan informasi tentang adaptasi perubahan iklim. Karena bencana hidrometeorologi nggak akan mereda kalau kita hanya diam. Jadi, yuk jadi agen perubahan, mulai dari hal terdekat. Dengan begitu, kita nggak cuma jadi penonton, tapi bagian dari solusi.

Entitas yang disebut

Organisasi: TNI, Basarnas

Lokasi: Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan