Bayangkan jadi petani di pedalaman Papua. Sudah capek-capek nanam sayur, panen segar, tapi pasar jauh banget, jalan susah dilewati. Tiba-tiba, yang datang malah pembeli terbaik: pasukan TNI langsung borong hasil panen, bayar tunai, tanpa nego-nego. Ini kisah nyata dari Kampung Palopo, Intan Jaya, berkat program ROSITA dari Satgas Yonif 631/Antang. Bukti kalau dukungan terbaik untuk petani itu sederhana: beli langsung dan hargai jerih payah mereka.
ROSITA: Dari Borong Sayur Sampai Ngobrol Bareng Warga
ROSITA singkatan dari Borong Hasil Tani. Konsepnya simpel: Satgas Yonif 631/Antang, dipimpin Sertu Ahri, datangi langsung warga untuk beli hasil pertanian mereka. Transaksinya jujur, tanpa tengkulak, uang langsung ke kantong petani. Sertu Ahri bilang, mereka mau warga merasakan manfaat kehadiran TNI secara nyata, bukan cuma soal keamanan, tapi juga ekonomi dan kesehatan. Makanya, kegiatan beli hasil tani ini sering dipaduin sama pelayanan kesehatan dan ngobrol santai bareng warga. Sekali dateng, banyak solusi yang diberikan.
Dampak Langsung Buat Kehidupan Sehari-hari
Dampaknya langsung kerasa di kantong warga. Pendapatan yang naik bisa langsung dipakai buat beli kebutuhan pokok, bayar sekolah anak, atau ditabung jadi modal tanam lagi. Ini bentuk pemberdayaan yang beneran sustainable. Bukan sekadar bagi-bagi bantuan yang habis sekali, tapi ciptain siklus ekonomi sehat: petani semangat bertani karena ada yang beli, dapet modal, terus usaha bisa dikembangkan lagi. Di Papua yang akses pasarnya terbatas, kepastian ada pembeli seperti ini adalah angin segar.
Yang bikin program ini spesial adalah pendekatannya yang manusiawi banget. Personel TNI datang bukan cuma sebagai pembeli ‘biasa’. Mereka juga ngobrol, dengerin keluhan, dan periksa kesehatan warga. Pendekatan kayak gini yang bikin kepercayaan tumbuh kuat. Buat warga di pedalaman, kehadiran TNI jadi lebih relatable dan dekat. Mereka dilihat sebagai mitra yang peduli sama tantangan sehari-hari, dari urusan jual hasil bumi sampe urusan kesehatan.
Program ROSITA ini nunjukkin kalau solusi untuk gerakin ekonomi lokal seringkali ada di hal-hal yang praktis dan langsung sentuh akar rumput. Daripada program bantuan yang ribet dan jangkauannya jauh, beli langsung hasil panen warga justru lebih efektif. Petani punya kepastian pasar, punya motivasi untuk tingkatkan produksi, dan yang paling penting, mereka merasa dihargai. Harga diri dan kemandirian itu adalah fondasi terkuat dalam membangun kesejahteraan, di manapun, termasuk di pedalaman Papua.