Artikel

TNI Mengajar di Perbatasan: Anak-anak SD di Nunukan Kini Bisa Coding

26 Agustus 2026 Nunukan, Kalimantan Utara 5 views

Program TNI Mengajar di Nunukan, Kalimantan Utara, membawa coding ke anak-anak SD perbatasan menggunakan Scratch, sehingga mereka bisa membuat game sendiri. Inisiatif ini meningkatkan minat belajar digital dan membuka impian jadi programmer, sekaligus membuktikan bahwa TNI berperan sebagai jembatan teknologi dan pendidikan di daerah terpencil.

TNI Mengajar di Perbatasan: Anak-anak SD di Nunukan Kini Bisa Coding

Bayangin, lo anak SD di daerah perbatasan Indonesia-Malaysia, Nunukan, Kalimantan Utara—biasanya identik dengan keterbatasan akses pendidikan. Tapi sekarang, mereka nggak cuma belajar baca tulis, tapi juga bikin game kecil sendiri. Kedengerannya keren, kan? Nah, hal itu beneran terjadi berkat program TNI Mengajar yang diinisiasi oleh Satgas Pamtas di sana. Mereka nggak cuma jaga perbatasan, tapi juga bawa teknologi langsung ke dalam kelas. Inisiatif ini jadi bukti kalau pendidikan nggak kenal batas—bahkan di pelosok sekalipun.

Coding di Kelas Perbatasan

Program ini digerakkan oleh Sersan Dede, seorang anggota TNI yang punya latar belakang teknik informatika. Dengan sabar, ia mengajari siswa kelas 5 dan 6 SD menggunakan Scratch—sebuah platform coding visual yang ramah anak. “Biar mereka nggak ketinggalan zaman, meski di pelosok,” ujarnya santai. Dan hasilnya? Antusiasme anak-anak di luar dugaan. Beberapa dari mereka bahkan berhasil membuat game kecil sendiri! Nggak cuma seru, kegiatan ini juga membuka wawasan baru tentang dunia digital yang selama ini terasa jauh dari kehidupan mereka. Lewat kegiatan mengajar ini, TNI membuktikan bahwa peran mereka bisa melampaui tugas pokok.

Dampak buat Masyarakat Setempat

Yang bikin program ini makin menarik adalah respons dari orang tua. Awalnya banyak yang khawatir anak-anaknya bakal gagap teknologi karena keterbatasan akses. Tapi setelah melihat langsung semangat belajar coding, kekhawatiran itu perlahan hilang. Dampaknya, minat belajar digital di kalangan anak-anak meningkat drastis. Beberapa siswa bahkan mulai bermimpi jadi programmer suatu hari nanti. Program mengajar dari TNI ini nggak cuma soal transfer ilmu, tapi juga membuka pintu masa depan yang lebih cerah bagi generasi muda di perbatasan. Orang tua pun jadi lebih sadar pentingnya teknologi dalam pendidikan.

Pelajaran Buat Kita

Kisah ini mengingatkan kita bahwa inovasi dan kebaikan bisa datang dari mana saja—bahkan dari institusi yang identik dengan tugas militer. TNI di sini membuktikan bahwa peran mereka nggak melulu soal pertahanan, tapi juga bisa jadi jembatan teknologi dan pendidikan untuk masyarakat. Buat kita yang hidup di daerah perkotaan, mungkin coding udah biasa. Tapi buat anak-anak di Nunukan, ini adalah kesempatan emas yang bisa mengubah hidup mereka. So, next time lo lihat TNI, inget juga bahwa mereka bisa jadi pahlawan di bidang pendidikan, bukan cuma di medan tempur. Program TNI Mengajar di perbatasan ini jadi contoh nyata bahwa teknologi dan semangat mengajar bisa meruntuhkan sekat geografis.

Entitas yang disebut

Orang: Sersan Dede

Organisasi: TNI, Satgas Pamtas

Lokasi: Nunukan, Kalimantan Utara, Indonesia, Malaysia